Pages

Pesan Penulis

Rabu, 02 Juni 2010

Mengenal lebih detail spesifikasi LCD Monitor


LCD Monitor

Monitor LCD (LCD Monitor) saat ini mulai menggeser penggunaan monitor tabung ( CRT = Cathode ray Tube). Hal itu karena LCD mempunyai banyak keunggulan seperti hemat listrik/energi, lebih aman bagi mata, ukuran yang jauh lebih ramping dan lainnya.

Tetapi ketika ingin membeli, sering kita melihat berbagai istilah baru berkenan dengan fitur-fitur LCD. Berikut beberapa istilah penting yang umum kita jumpai berhubungan dengan monitor.

Resolusi (Resolution)

Merupakan ukuran pixel (banyaknya titik tampilan) antara panjang dan lebar/tinggi layar monitor. Monitor tabung (CRT) biasanya mempunyai ukuran 800×600, 1024×768 (ukuran standard) atau 1280×1024. Biasanya dengan perbandingan 4:3. Sedangkan untuk monitor LCD biasanya terdapat dua jenis yang satu memiliki ukuran yang sama dengan CRT, sedangkan satu lagi dengan istilah Wide Screen.

LCD Wide Screen ini biasanya mempunyai perbandingan panjang x lebar 16:9. Resolusi yang umum yang biasa kita jumpai adalah : 1280×768, 1360×768, 1440×900, 1680×1050, 1920×1080, 1920×1200 dan 2560×1600.

Viewable size

Ukuran diagonal layar monitor. Misalnya LCD 17″ (inch), yang berarti ukuran diagonal layar tersebut (pojok kiri bawah ke pojok kanan atas) sepanjang 17 inchi. Ukuran yang biasa dijumpai misalnya 15″, 16″, 17″, 18.5″, 19″, 22″ dan lainnya.

ukuran-monitor

Response time

Waktu terkecil (minimal) yang diperlukan untuk mengubah warna pixel dari hitam ke putih dan kembali ke hitam lagi (black to black), dan ada juga yang menggunakan metode abu-abu ke putih lalu ke abu-abu lagi (gray to gray). Nilai respond time ini dinyatakan dalam milisecond (ms / mili detik). Semakin kecil nilai response time, secara teori transisi gambar/warna akan semakin cepat dan cacat tampilan akan semakin kecil. Meskipun nilai dibawah 10ms perbedaannya tidak akan terlihat, karena terbatasnya kemampuan mata manusia. [ selengkapnya ]

Refresh Rate

Jumlah gambar tiap detik yang ditampilkan monitor. Karena pixel di LCD monitor tidak menggunakan metoda hidup mati antara frame satu dengan lainnya (seperti yang digunakan di CRT Monitor), maka di LCD monitor saat ini, nilai refresh rate tidak akan begitu mempengaruhi tampilan. Berbeda dengan CRT (biasanya mempunyai refresh rate 60 Hz, 75 Hz atau 85 Hz), terkadang tampilan sering berkedip (flicker).

LCD bisa mempunyai refresh rate lebih dari 100 Hz. Sebagai perbandingan, televisi kita mempunyai refresh rate 25 Hz ( 25 gambar/frame tiap detik).

Viewing Angle (Viewing Direction)

Merupakan nilai sudut maksimum dimana kita masih dapat melihat tampilan dengan baik. Misalnya Viewing angle sebesar 160 derajat, maka ketika kita melihat layar dari sudut kurang atau maksimal 160 derajat, tampilan masih terlihat dengan baik. Jika lebih dari itu, maka tampilan sudah tidak jelas lagi, kadang sebagian terlihat agak hitam.

Kalau CRT Monitor biasanya mempunyai sudut yang lebih tinggi, hampir dari 180 derajat kita masih dapat melihat tampilan dengan jelas tanpa perubahan.

Contrast Ratio

Merupakan perbandingan (rasio) intensitas dari kecerahan/warna putih (brightest) dan kegelapan/warna hitam (dark). Secara umum, semakin tinggi nilai contrast Rasio akan semakin baik. Tetapi kadang produk yang satu dengan lainnya menggunakan metode yang berbeda, sehingga tidak mudah untuk dibandingkan.

Nilai contrast ratio bermacam-macam, misalnya : 20000:1, 10000:1, 5000:1, 2000:1, 700:1 dan lainnya.

Aspect Ratio

Perbandingan antara panjang dan lebar/tinggi layar monitor. Misalnya 4:3, 5:4, 16:9 atau 16:10. Untuk LCD Wide Screen akan mempunyai perbandingan 16:9 atau 16:10. Sedangkan untuk monitor CRT yang umum mempunyai perbandingan 4:3.

Input Port

Jenis/tipe koneksi kabel yang digunakan, misalnya DVI, VGA, S-Video, HDMI dan lainnya. Untuk CRT Monitor biasanya menggunakan port VGA.

dvi-vga-s-video

Ketika membeli VGA (kartu grafis) yang hanya mempunyai port DVI, biasanya juga disertakan tambahan koneksi VGA to DVI atau DVI to VGA agar tetap kompatibel dengan port yang ada.

Tambahan

Ukuran Monitor terkadang tidak bisa dijadikan referensi dalam menentukan resolusinya. Ukuran 17″ bisa jadi mempunyai resolusi maksimal yang sama dengan ukuran monitor 16″, misalnya sama-sama mempunyai resolusi 1360×768. Atau bisa juga monitor 17″ mempunyai nilai yang lebih rendah.

Referensi lebih lengkap
- wikipedia
- webvision
- en.wikipedia.org

Kamis, 06 Mei 2010

Memblokir Drive Pada Windows XP

MEMBLOKIR DRIVER PADA WINDOWS XP

Masalah keamanan adalah masalah yang sering dihadapi oleh pengguna komputer. Banyak para pengguna computer yang kesal karena data miliknya hilang di curi orang . Oleh sebab itu, saya di dalam artikel ini akan memberikan solusi bagi masalah tersebut. Cara ini saya dapatkan setelah saya mengutak-atik system computer selama 1 minggu

terutama Registry dan Policy sampai sampai system computer saya kacau balau. Dan akhirnya berhasil saya temukan cara yang cukup ampuh untuk menjaga data pribadi saya. Mudah mudahan dengan adanya artikel ini bisa bermanfaat bagi anda semua. Saya ambil contoh,misalnya Anda memiliki sebuah drive (drive D) yang khusus menampung data. Jika ada beberapa data penting pada drive tersebut, Anda bisa mengamankan masing-masing file tersebut dengan password. Bagaimana jika pada drive tersebut isi seluruhnya adalah data-data penting? Anda bisa meningkatkan keamanan dengan mencegah akses ke drive tersebut melalui policy di Windows XP. Cara pemakaian policy tersebut adalah sebagai berikut:

1. Jalankan Group Policy dengan mengklik[Start]>[Run…] lalu ketik gpedit.msc.

2. Masuklah ke subfolder Windows Explorer pada Local Computer Policy\UserConfiguration\AdministrativeTemplates\WindowsComponents\.

3. Pilih windows ekplorer, dan Klik dua kali pada setting Prevent access to drives from My Computer.
4. Klik radio button [Enabled] untuk mengaktifkan setting ini.
5. Di bagian bawahnya akan aktif sebuah combo box Pick one of the following
combinations. Pada combo box tersebut terdapat tujuh pilihan yang bisa Anda pilih:
RestrictA and B drives only, Restrict C drive only, Restrict D driveonly, Restrict A, B and C drives only, Restrict all drives, dan Do not restrict drives. Tentukan drive mana yang ingin Anda blokir dengan memilih salah satu pilihan tersebut. Untuk memblokir akses ke semua drive, pilihlah Restrict all
drives.

6. Tekan tombol [OK] untuk menyetujui perubahan setting.
7. Tutup jendela Group Policy dan lihat perubahan yang terjadi.Setelah Anda menentukandrive mana saja yang diblokiraksesnya, kini pengguna tidak bisa lagi mengakses drive tersebut dan akan muncul pesan seperti berikut. walau tidak dapat diakses, nama drive dan icon tetap akan muncul di My
Computer. Jika Anda ingin menyembunyikan ikon dari drive tersebut, ikutilah langkah langkah ini:
1. Aktifkan kembali Group Policy Editor.
2. Masuklah ke folder yang sama dengan di atas (Local Computer Policy\UserConfiguration\AdministrativeTemplates\WindowsComponents\WindowsExplorer).
3. Klik ganda setting Hide these specified drives in My Computer untuk mengubah setting-nya.
4. Tandai radio button [Enabled].
5. Aturlah combo box yang aktif dengan setting yang sama dengan langkah ke 5 di atas.
6. Tekan [OK] dan tutup Group Policy.
7. Hasilnya , drive yang dipilih hilang dari My Computer

Selamat mencoba, terima kasih

Selasa, 19 Januari 2010

Mendeteksi Kesalahan & Kerusakan Hardware dengan Bunyi

PENDAHULUAN

Saat komputer dihidupkan, BIOS melakukan POST (power-on self test). POST diperlukan untuk memastikan sistem berfungsi sebagaimana mestinya dan juga mencari informasi hardware apa saja yang ada pada komputer. Saat BIOS mendeteksi ada masalah saat POST, BIOS akan mengirimkan pesan kesalahan (error messages).

Pada beberapa kasus, masalah tersebut dapat di deteksi lebih awal sehingga BIOS tidak dapat mengakses video card dan tidak dapat menampilkan pesan kesalahan tersebut.

Jika seperti ini yang terjadi, BIOS akan mengeluarkan suara ‘bip’ yang memiliki pola tertentu yang sesuai dengan kesalahan yang diidentifikasinya.

Suara ‘bip’ tunggal saat proses booting setelah tampilnya pesan startup pada monitor adalah normal dan tidak ada kegagalan. ‘Bip’ yang dimaksud disini adalah yang dihasilkan pada saat prosedur POST belum selesai dan belum ada informasi apapun yang ditampilkan pada layar. Kode ‘Bip’ BIOS ini bergantung tipe dan BIOS yang Anda miliki. Yang populer adalah AMI dan Award BIOS. Oleh karena itu, tulisan ini hanya membahas kedua tipe BIOS tersebut.

AMI BIOS

1 X suara BIP

Kegagalan refresh DRAM. Sistem mempunyai masalah mengakses memori untuk merefreshnya.

2 X

Kegagalan rangkain parity. Pada data yang ditransmisikan dalam komputer, biasanya ditambahkan parity bit yang berfungsi untuk mendeteksi dan koreksi error. Pekerjaan ini dilakukan rangkaian parity yang terdapat dalam komputer. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya masalah pada memori atau motherboard.

3 X

Kegagalan base memori 64K. Base memori 64K adalah 64 KB memori yang pertama pada RAM. Kegagalan ini bisa disebabkan slot memori yang dikelompokkan dalam modul yang memiliki chip rusak.

4 X

Kegagalan system timer. Kemungkinan terdapat kesalahan pada satu atau lebih timer yang digunakan untuk mengontrol fungsi-fungsi pada motherboard.

5 X

Kegagalan prosesor. Dapat disebabkan panas berlebih, atau karena prosesor tidak terpasang benar ke dalam socketnya.

6 X

Kegagalan keyboard controller/gate A20. Keyboard controller adalah chip pada motherboard yang mengedalikan keyboard Anda.

7 X

Kesalahan prosesor.

8 X

Kesalahan baca/tulis memory display.

9 X

Kerusakan BIOS.

10 X

Kesalahan CMOS.

11 X

Kerusakan cache memori.

AWARD BIOS

Award lebih menyukai pesan lewat monitor. Tapi ada saatnya video card tidak berfungsi dan pesan ditampilkan menggunakan kode bip tersebut. Oleh karena itu, kode bip pada BIOS tipe ini lebih sedikit. Kode bip pada BIOS ini juga seperti tanda morse, mengkombinasikan bip panjang dan pendek.

1 bip panjang

Masalah pada memori. Kemungkinannya adalah memori tidak terpasang benar, atau juga chip memori rusak. Bisa juga berhubungan dengan kerusakan motherboard.

1 bip panjang, 2 bip pendek

Kesalahan sistem video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menuliskan pesan error ke layar. Ada beberapa kemungkinan, antara lain video card dipasang pada sistem yang sudah ada video card on-board, atau menggunakan IRQ yang sudah terpakai untuk video card tersebut sehingga terjadi konflik. Kemungkinan lain, video card tidak terpasang dengan baik.

1 bip panjang, 3 bip pendek

Sama seperti di atas, ada kesalahan pada video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menampilkan pesan kesalahan ke layar.

Suara bip sambung menyambung

Dapat disebabkan memori atau video card.

Ada beberapa pedoman umum yang dapat digunakan untuk setiap BIOS. Pedoman umum ini hanya dapat digunakan untuk kesalahan yang terdeteksi sebelum dan saat Power On Self Test (POST). Kita sudah mengenal prosedur yang dilakukan computer saat mulai dihidupkan, dan ini akan sangat membantu dalam mendiagnosa masalah yang ada.

Pertama kali saat komputer dinyalakan, power supply akan mengirimkan daya ke semua komponen. Bila pada saat dinyalakan tidak ada reaksi apapun, maka periksalah power supply internal yang terletak pada komputer Anda. Untuk mengetesnya, kita bisa menggunakan LED (Light Emiting Diode) dan kemudian pasang pada POWER LED connector. Jika nyala, berarti power supply masih bagus.

Kemudian, jika semua komponen sudah mendapat daya yang cukup, prosesor akan bekerja mencari intruksi. Ia akan mencari intruksi ini pada ROM BIOS. Untuk prosesor, kemungkinannya adalah panas yang berlebih akibat overclock atau posisi tidak sempurna. Untuk BIOS, kemungkinannya kecil bahwa letak chip BIOS tidak sempurna.

Cek BIOS dapat dilakukan pada komputer lain. Beberapa virus sudah dapat merusak program BIOS. Jika POST mau berlanjut tapi tidak selesai, kemungkinan besar masalah ada pada motherboard. Untuk yang ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan :

Jika PC tidak mau booting sama sekali, pastikan komponen minim sudah terpasang, yaitu prosesor, memori terisi dengan tepat, video card, dan sebuah drive, dan pastikan semua komponen ini terpasang dengan benar. Komponen yang tersolder tidak boleh ada yang hilang.

Lepaskan komponen-komponen yang tidak wajib, seperti ekspansi card, peripheral eksternal seperti printer, scanner dan lain-lain, karena pemasangan yang tidak benar dapat menyebabkan I/O error. Kemudian hidupkan sistem, dan coba pasang satu-persatu card tersebut untuk mengujinya.

Cek ulang setting jumper pada motherboard. Pastikan tipe prosesor, bus speed, multiplier, dan jumper tegangan. Dan pastikan juga jumper BIOS berada pada posisi semestinya.

Ubah setting BIOS ke setting default untuk memastikan masalah tidak terletak pada setting BIOS yang berlebihan. Contohnya dengan menurunkan read/write access time memori dan hard disk. Cek semua koneksi kabel pada motherboard sudah benar. Cek apakah ada komponen yang mengalami panas berlebih. Jika ada, ubah setting BIOS dan setting yang lebih rendah.

PENANGANAN LANJUT

Untuk kasus 1, 2, dan 3 kali bunyi bip, cobalah perbaiki posisi memori dahulu. Jika masih terjadi, ada kemungkinan memori rusak. Ganti dengan memori baru.

Untuk 4, 5, 7 dan 10 kali bip, motherboard rusak dan harus diperbaiki atau diganti. Untuk 6 kali bip, coba perbaiki posisi chip keyboard controller. Jika masih ada error, gantilah chip keyboard tersebut.

8 kai bip menandakan memori error pada video adapter. Ganti video card.

9 kali bip menandakan kegagalan chip BIOS. Biasanya bukan disebabkan posisi kurang sempurna.

11 kali bip, ganti cache memori.

Selasa, 15 Desember 2009

Akhir dari Pena menuju Gerigi

Oleh Fajar Al Hakim


“Sebuah perjalanan kehidupan, menjadi suatu cerita yang bergerak sesuai dengan kondisi yang menghantam dan mendorong, diimbangi dengan gerahnya diam dalam gesekan kehidupan makhluk yang dijuluki manusia.”


Pena merupakan suatu status subjek dari wadah dan atau lembaga pendidikan untuk dapat menulis, membaca, dan berhitung. Pena pun dijadikan harapan tahap awal untuk berevaluasi menjadi suatu bentuk Gerigi yang bergerak dengan tenaga dan pikiran dalam ketahanan dan kekuatan mempertahankan kehidupan subjek.

Pena mengukir jejak hari dalam tahapan-tahapan dengan keragaman dan aturan untuk menjadi pencipta dan mengetahui apa yang belum diketahui. Pena bergerak dengan materi dalam bentuk uang yang dikeluarkan untuk membeli ilmu pengetahuan dalam suatu lembaga pendidikan yang diciptakan seperti perdagangan saja.


Pena melalui berbagai warna yakni merah, biru, abu-abu, dan selanjutnya dalam waktu sekurang-kurangnya 12 tahun terlewati. Harapan pena menjadi cerdas dan berilmu untuk mengetahui semua yang subjek lewati dalam waktu, rasakan dengan panca indera, dan dapat dijadikan tulisan oleh pena dalam perjalanannya.

Kehidupan pena diciptakan untuk patuh dan berekstafet menggelindingkan ilmu sampai dengan pena lain tercipta. Banyak sisi yang pena alami dalam waktu dan tempat pena menuntut ilmu, kadang pintar menjadi bodoh, dan bodoh menjadi pintar dengan batasan materi yang disebut uang.

Pena terperangkap dalam harapan menjadi bagian dari lembaga (subjek), namun pena diarahkan menjadi objek atau diluar dari lembaga. Pena dibisukan tanpa suara, diikat tanpa gerak melawan, ditekan dengan kepadatan waktu, diancam dengan nilai dan akademik pena. Tapi pena harus tahan dan berkumpul dengan pena-pena yang lain untuk menhantam kondisi yang membuat keterbatasan dalam kehidupan pena.

Banyak waktu terlampaui oleh pena dan pastinya berevolusi menjadi gerigi. Gerigi merupakan subjek yang bergerak dengan tenaga dan pikiran untuk mendapatkan materi yang disebut uang dalam bentuk upah dan gaji. Gerigi bergerak sama seperti pena, dengan kekangan aturan kekusaan materi yang membatasi untuk tidak dapat meningkat namun tenaga dan pikiran Gerigi tetap bergerak dan terkuras dalam pengabdian untuk kekuasaan pemilik materi itu.

Gerigi dibatasi dengan upah yang ada, dan tidak mencukupi dalam arti yang sudah Gerigi keluarkan untuk menghasilkan sesuatu. Gerigi tidak boleh berbicara lantang, harus menunduk dan siap untuk bergerak mekanik dalam eksploitasi atau penghisapan tenaga dan pikirannya. Gerigi merupakan korban dari kondisi yang memang diciptakan seperti ini, gerigi harus pasrah dan diam walau kerapuhan akan menghapiri gerigi dalam waktu cepat.

Gerigi terkadang takut untuk bergerak lain, yakni gerak yang kualitatif. Gerigi hanya dijadikan sapi perahan untuk kekuasaan materi yang disebut uang. Suatu system dan kondisi lahir dan tercipta tanpa disadari gerigi, dan mau tidak mau harus diterima dan mengikuti yang telah ada walau sakit dan tersiksa dalam geraknya.

Lalu apakah pena dan gerigi hanya diam dan patuh saja,…..ya…..ya……ya……itu terlihat dari egois dan keangkuhannya masing-masing untuk tidak berfikir dan bersatu dalam perubahannya. Walaupun ada gerak, namun angkuh dengan pikiran dan konsep atau pun kadang warna bendera yang menjadi eksistensi perlawanannya sendiri,…..tidak akan bisa…….semua dapat hancur dan berubah jikalau satu untuk semua siap menghantamnya.

…ditulis untuk perubahan dan harapan perubahan jua…

My is Me